
Halo teman-teman, Kita semua tahu kalau banyak advertiser menilai keberhasilan iklan hanya dari satu angka — ROAS.
Padahal, kalau kamu cuma fokus ke hasil akhir tanpa memahami prosesnya, kamu bisa kehilangan peluang besar untuk scaling dengan lebih cerdas.
Nah, di artikel kali ini, kita akan bahas bagaimana menggunakan framework AARRR (Acquisition, Activation, Retention, Referral, Revenue) untuk mengukur hasil iklan dengan cara yang lebih akurat dan strategis.
1. Acquisition — Dari Mana Audiens Datang
Tahap pertama ini fokus pada bagaimana orang menemukan bisnismu.
Apakah dari Facebook, Instagram, atau mungkin dari retargeting?
Gunakan Breakdown di Ads Manager untuk melihat sumber traffic paling efisien.
Lihat metrik seperti Cost per Acquisition (CPA) dan Click-Through Rate (CTR).
🎯 Tujuan utamanya: Mendatangkan traffic berkualitas, bukan cuma banyak.
2. Activation — Apakah Mereka Tertarik Lebih Dalam
Setelah klik iklanmu, apakah mereka lanjut membaca landing page? Mengisi form? Add to cart?
Tahap ini menunjukkan seberapa besar ketertarikan audiens terhadap produkmu.
Gunakan event seperti ViewContent, AddToCart, dan Lead untuk mengukurnya.
Kalau gap antara Link Click dan Landing Page View terlalu besar, bisa jadi halaman kamu lambat atau tidak menarik.
📊 Tips: Selalu optimalkan kecepatan dan isi landing page agar tidak kehilangan potensi pembeli.
3. Retention — Apakah Mereka Datang Lagi
Retention bukan cuma buat aplikasi atau langganan. Dalam bisnis online, retensi berarti menjaga pembeli agar terus berinteraksi dan belanja ulang.
Gunakan Custom Audience dari pembeli sebelumnya untuk melihat seberapa banyak yang kembali.
Kamu juga bisa gunakan email marketing atau retargeting ads untuk menjaga koneksi dengan pelanggan lama.
🔁 Tujuan: Bangun hubungan jangka panjang, bukan transaksi satu kali.
4. Referral — Apakah Mereka Merekomendasikan Produkmu
Tahap ini sering diabaikan, padahal referral bisa jadi sumber pertumbuhan organik yang kuat.
Perhatikan berapa banyak audiens yang membagikan kontenmu, tag teman, atau kasih testimoni positif.
Kamu juga bisa dorong UGC (User Generated Content) dengan campaign sederhana seperti “Ceritakan Pengalamanmu!”
💡 Tips: Retarget orang yang berinteraksi dengan konten testimoni atau review untuk hasil konversi lebih tinggi.
-
Revenue — Seberapa Banyak Uang yang Masuk
Baru di tahap ini kamu lihat angka seperti ROAS, Conversion Value, dan Purchase Count.
Tapi bedanya, sekarang kamu tahu alasan di balik angka tersebut.
💰 Ingat: ROAS tinggi tanpa tahu “kenapa” artinya kamu tidak bisa mengulanginya.
Framework AARRR bantu kamu memahami story behind the data — supaya keputusan iklanmu lebih tajam dan strategis.
🎓 WebinarDigital Marketing Tingkat Lanjut
Kalau kamu ingin belajar lebih dalam tentang cara membaca dan mengukur performa iklan menggunakan framework seperti AARRR, ikuti webinar eksklusif dari Yoshugi Media:




📅 Tanggal: Sabtu, 29 November 2025
🕘 Waktu: 09.00 – 16.00 WIB
🎯 Topik: Mindset Pebisnis Online, Strategi Meta Ads, Funnel, dan Scaling
🎁 Bonus Eksklusif:
E-Course senilai Rp6.000.000
Video Recording
E-Certificate
Voucher Shopee Rp50.000
💸 Biaya pendaftaran: Rp100.000
👉 Daftar di sini: https://yoshugimedia.com/webinar-bisnis-online/
Dengan memahami framework AARRR, kamu bisa melihat performa iklan dari berbagai sisi — bukan hanya hasil akhir, tapi juga proses yang membentuknya.
Inilah kunci untuk optimasi dan scaling iklan yang berkelanjutan.
➡️ Artikel Sebelumnya: Strategi Cross-Platform Meta Ads: Menyambungkan Kampanye antara Facebook & Instagram
➡️ Kembali ke Home: https://yoshugimedia.com/
Nantikan artikel selanjutnya: “Cara Membuat Dashboard Laporan Iklan Otomatis di Google Data Studio (Integrasi Meta Ads).”
Kita akan bahas gimana cara membuat sistem pelaporan otomatis supaya kamu bisa pantau performa iklan tanpa repot buka Ads Manager setiap hari!


