
Halo teman-teman,
Kita sudah membahas berbagai strategi retargeting dan lead-nurturing selama beberapa artikel terakhir. Sekarang, penting juga untuk tahu apa saja yang bisa salah dalam kampanye retargeting di Meta Ads — karena kadang sebuah kesalahan kecil bisa bikin budget iklan jadi bocor atau performa turun drastis.
Nah, di artikel ini kita akan bahas beberapa kesalahan umum yang sering terjadi di kampanye retargeting — dan bagaimana cara kamu bisa menghindarinya supaya campaign tetap efisien dan efektif.
1. Menargetkan Audiens yang Sudah Konversi
Salah satu kesalahan besar: kamu masih menargetkan orang yang sudah beli atau sudah melakukan tindakan konversi penting.
Menurut salah satu sumber, iklan retargeting yang menargetkan pembeli sebelumnya tanpa penyesuaian pesan bisa menurunkan engagement dan mengganggu brand perception. AdRoll+1
Solusinya: selalu gunakan exclude-list atau segmentasi supaya kamu tidak “mengejar” orang yang sudah selesai dengan funnel pembelian mereka.
2. Frekuensi Iklan dan Kreatif yang Tidak Dikontrol
Audiens retargeting biasanya lebih kecil daripada cold audience, sehingga risiko mereka melihat iklanmu berkali-kali dalam waktu singkat sangat besar.
Jika frekuensi terlalu tinggi dan kreatifnya tidak berubah, audiens bisa merasa jenuh — bahkan bisa memunculkan efek negatif.
Sebaiknya:
-
Batasi frekuensi tayangan per orang (misalnya 2-3 kali per minggu).
-
Update kreatif secara berkala agar pesan tetap segar dan relevan.
3. Tidak Memisahkan Pesan Berdasarkan Tingkat Audiens
Retargeting tidak bisa memakai “satu pesan untuk semua”. Audiens yang hanya melihat video berbeda kondisinya dengan yang sudah add to cart tapi belum checkout.
Kesalahan: mengirim pesan yang sama ke kedua kelompok ini → hasilnya kurang relevan dan efisien.
Solusinya: segmentasikan audiens retargeting berdasarkan perilaku mereka, dan berikan pesan yang berbeda sesuai tahap funnel mereka.
4. Menunda Optimasi atau Tidak Memantau Performa
Ada kampanye retargeting yang dibuka, lalu dibiarkan berjalan tanpa evaluasi — “set-and-forget”. Ini adalah blunder yang umum.
Kamu harus aktif memantau:
-
Jika performa turun (CTR, ROAS) → segera cari penyebab.
-
Jika audiensnya kecil dan frekuensi naik otomatis → pertimbangkan untuk memperbarui target atau materi iklan.
5. Maksudnya Baik Tapi Penempatan atau Waktu Salah
Kamu sudah punya audiens yang hangat, kreatif bagus, tapi kemudian menayangkan terus di penempatan atau waktu yang tidak optimal.
Misalnya: menayangkan iklan retargeting pada jam ketika audiensmu jarang online, atau di penempatan yang performanya rendah tanpa evaluasi.
Solusinya: gunakan data dari dashboard Meta Ads untuk lihat penempatan mana dan kapan audiensmu paling aktif — lalu sesuaikan campaign-mu.
Ikuti Webinar Eksklusif untuk Retargeting yang Sukses
Kalau kamu ingin belajar lebih dalam tentang bagaimana membuat kampanye retargeting yang bebas dari kesalahan umum dan benar-benar efektif, mampir ke webinar dari Yoshugi Media!




🗓️ Tanggal: Sabtu, 29 November 2025
🎯 Topik: Retargeting cerdas, funnel pembelian, lead-nurturing
🔗 Daftar di sini: https://yoshugimedia.com/webinar-meta-ads
Artikel Sebelumnya: Cara Retarget Orang yang Sudah ke Website Tapi Belum Checkout
Kembali ke Home: https://yoshugimedia.com
Kesalahan dalam retargeting bukan berarti campaignmu gagal — tapi bila dibiarkan, bisa membuat anggaranmu saling “makan” sendiri atau performa turun tanpa disadari.
Artikel berikutnya akan membahas: “Studi Kasus Retargeting: Bagaimana Iklan Kecil Bisa Menghasilkan Penjualan Besar.”


