Banyak orang bertanya siapa sih sebenarnya

Yoyok Rubiantono pendiri Perusahaan Yoshugi media Group itu? nah ini kesempatan Aku untuk bercerita, jadi nama saya Yoyok Rubiantono dari Jogjakarta, bisnis saya dividan retail online, istilah kerenya avalan Cross Border company. Cross border company itu adalah perusahaan yang menjual produknya dari satu negara ke negara lain Tanya batas negara.

saya sudan memulai bisnis online ceja tahúr 2006 mulas dari berbisnis Adsense, CPA network, Affiliate, sampai Dropship international, mungkin kamu pernah mendengar ini: Yoyok Rubiantono penjual Panci, yeah Panci adalar salah satu produk yang aku jual di global market

dilansir dari Tempo.co, Namanya Yoyok Rubiantono. Orangnya ramah tapi sangat rendah hati. Kalau melihat cara berpakaiannya pasti orang tak menyangka, dia adalah anak muda hebat yang sukses merintis bisnis. Dia “anak emas” Facebook Indonesia karena setiap hari dia berjualan di Facebook dengan bujet iklan Rp 1 miliar per hari. Sebulan berarti bisa Rp 25 miliar.

“Saya cuma jualan panci, Mas” katanya dengan nada merendah saat ditemui di hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta.

Pertanyaannya, kok bisa jualan panci, dengan bujet iklan Rp 1 miliar per hari?

“Ya, saya menjual panci ke seluruh dunia, kecuali dua negara,” katanya enteng. “Yang belum itu, jualan panci ke Korea Utara dan Indonesia.

Lalu Yoyok bercerita panjang lebar. Dia menekuni bisnis dengan Facebook ini sudah sekitar lima tahun. Dulu, dia juga tak seagresif saat ini. “Tapi, begitu sudah menemukan kuncinya, maka dia menaikkan bujet iklannya di Facebook,” ujarnya. Karena itulah dia dimanjakan oleh Facebook Asia Pacific. Dia pernah diundang ke kantor Facebook di Singapura dan Jakarta.

Dari kantornya di Bantul, Yogyakarta, yakni PT Yoshubi Media Group, Yoyok mengendalikan bisnisnya yang berjualan aneka produk—mulai dari panci, kebutuhan rumah tangga, sampai peralatan elektronika—ke seluruh dunia. Sebanyak 90 persen pasarnya ada di Amerika Serikat.

“Kenapa jualan panci?” tanya saya kepo.

“Karena setiap dapur di Amerika Serikat pasti butuh panci,” kata Yoyok lagi. Jadi, kue pasarnya besar sekali.

Sebelum dia berjualan panci, dia sudah melakukan riset pasar. Barang apa saja yang dibutuhkan konsumennya, di mana pemasoknya. Dia tak cuma menjual panci, tapi juga aneka peralatan lainnya, misalnya seperti perangkat Android TV. Untuk produk yang terakhir itu, dia bercerita bahkan penjualan produknya bisa mengalahkan produk serupa yang dijual di toko online Amazon.com. Padahal, harga yang dia jual lebih mahal dari yang dijual Amazon. Dia menjual sekitar $80 dolar, sementara Amazon menjual sekitar $37. Meski barannya memiliki harga yang lebih mahal, tapi jumlah penjualannya untuk produk itu dia mengalahkan Amazon.

 

Kiprah Yoyok Rubiantono

 

merintis bisnis sejak masih kuliah. Dulu, dia belajar bisnis setiap habis shubuh dan sholat magrib. “Saya rutin membuka buku, belajar, dan membaca buku-buku bisnis,” ujarnya.

Kini karyawannya sebanyak 70 orang ada di kantor Bantul dan 40 karyawan customer services ada di Filipina. Dia memilih Filipina karena pasar utamanya adalah Amerika Serikat yang notabene memakai bahasa Inggris.

Yoyok bukanlah dropshipper biasa. Karena volume penjualannya yang tinggi, maka dia menciptakan merek sendiri untuk produk-produknya. Barang dikirim dari pabrik ke Cina langsung ke rumah-rumah konsumen di Amerika Serikat. Pengiriman itu ditangani oleh sebuah perusahaan logistik dunia.

Facebook memang menjadi salah satu alat efektif untuk pemasaran. Namun, ini tentu karena Yoyok sudah piawai. Yang belum jago, umumnya “boncos” alias merugi. Banyak orang yang sudah pasang iklan dengan bujet yang besar, ternyata jumlah pembelinya sedikit.

 

lalu bisnis ku apa selanjutnya? simak di artikel berikutnya yah

 

untuk follow instagramnya silahkan follow di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *