free stats

EPS.27 — BRAND-MU SUDAH DIPOSISIKAN DENGAN BENAR? INI CARA CEKNYA

EPS.27 — BRAND-MU SUDAH DIPOSISIKAN DENGAN BENAR? INI CARA CEKNYA

 

Pernah nggak kamu merasa sudah bikin brand “keren”, desain cakep, harga pas, klaim jelas… tapi kok nggak nendang di pasar?

Kalau iya, kemungkinan besar bukan produknya yang salah—tapi persepsi konsumen terhadap brand-mu yang nggak sesuai dengan apa yang kamu bayangkan.

Branding itu bukan soal apa yang kamu katakan.
Branding adalah soal bagaimana konsumen memposisikan kamu di kepala mereka.

Dan di episode kali ini, kita bakal bahas cara paling simpel (tapi powerful) untuk ngecek apakah positioning-mu sudah benar atau justru melenceng.


1. Mulai dari Refleksi: Brand-mu Dianggap Apa?

Coba jawab jujur:

  • Brand kamu dianggap mahal atau murah?

  • Kelihatannya eksklusif atau justru merakyat?

  • Terlihat natural, ilmiah, atau tradisional?

  • Konsumen menganggapnya premium, middle, atau low?

Dan yang paling penting:
Apakah persepsi mereka sesuai dengan positioning yang kamu inginkan?

Banyak brand merasa sudah “premium”, tapi di mata konsumen sebenarnya… ya biasa saja.


2. Kesalahan Fatal Brand: Lari Tanpa Peta

Mayoritas brand terjun ke pasar dengan positioning yang mereka asumsikan sudah benar.

Padahal, tanpa memetakan persepsi pasar, sering kali brand justru masuk ke ruang yang:

  • sudah penuh pemain besar,

  • sudah jenuh kompetisi,

  • atau tidak memiliki celah strategi sama sekali.

Akhirnya, kamu berjuang mati-matian… tapi tetap kalah.


3. Perception Mapping: The Real Weapon

Di episode ini, Yoyo Rubiantono (yang sudah 20+ tahun di digital marketing) menjelaskan alat paling penting sebelum launching brand: perception mapping.

Perception map membantu kamu:

  • melihat bagaimana konsumen menempatkan brand,

  • mengidentifikasi posisi kompetitor,

  • menemukan kuadran kosong yang bisa kamu kuasai,

  • dan membangun positioning yang fit dengan kebutuhan pasar.

Ini semacam peta harta karun untuk menemukan celah profit yang tidak dilihat kompetitor.


4. Contoh: Brand Skincare Premium Rp300.000

Sebuah brand skincare harga Rp300 ribu mengira dirinya premium.

Tapi setelah dilakukan perception mapping, ternyata:

  • Konsumen melihatnya mahal, tetapi tidak eksklusif.

  • Mereka menempatkannya di kuadran yang tidak ideal, bersebelahan dengan brand-brand yang lebih kuat.

Akhirnya jelas: masalahnya bukan di harga atau produknya — tapi di persepsi pasar yang salah posisi.


5. Cara Bikin Positioning Map Sederhana (Untuk Pemula)

Kamu bisa mulai dengan diagram 2×2.

Pilih dua sumbu (X & Y) yang relevan. Misalnya:

  • Harga: Murah → Mahal

  • Klaim: Natural → Ilmiah

  • Kualitas: Standar → Premium

  • Market: Mass → Niche

Lalu lakukan langkah ini:

  1. Masukkan semua kompetitor langsung ke dalam kuadran.

  2. Masukkan brand kamu berdasarkan persepsi konsumen, bukan klaim brand.

  3. Cari kuadran yang demand-nya ada, tapi kompetitornya sedikit.

Di sanalah positioning emas berada.


6. Contoh Herbal: Kuadran Kosong yang Menguntungkan

Dalam kategori herbal, sering kali kuadran murah–ilmiah itu kosong.

Kenapa?
Karena pemain herbal yang murah biasanya tradisional, dan pemain ilmiah biasanya mahal.

Di sinilah peluang terbuka lebar bagi brand yang berani masuk: herbal terjangkau tapi terbukti ilmiah.


7. Contoh Skincare Dewasa: Menghindari Tabrak Raksasa

Kalau kamu main di skincare mencerahkan — itu kandang raksasa.

Bersaing dengan pemimpin pasar?
Capek, mahal, dan hampir tidak mungkin menang.

Tapi kalau kamu memilih kategori seperti:

“skincare natural untuk kulit dewasa yang mulai kehilangan elastisitas”

Tiba-tiba kamu masuk area yang sepi pemain tapi demand-nya tinggi.


8. Mind Shift: Jangan Melawan Raja di Istana-Nya

Jangan memaksakan diri bertarung di kuadran tempat pemimpin pasar sudah menguasai.
Masuklah ke kuadran yang:

  • konsumen butuh,

  • kompetisi rendah,

  • dan kamu bisa jadi raja di situ.

Itu inti positioning modern.


9. Takeaway Utama: Jangan Launching Tanpa Peta

Kalau kamu launching brand tanpa tahu kuadranmu, itu seperti:

  • main catur tanpa tahu posisi bidak,

  • main bola tanpa tahu gawang lawan,

  • jualan tanpa tahu siapa yang kamu ajak bicara.

Perception map adalah tools wajib sebelum launching, rebranding, atau scaling.


10. Belajar Lebih Dalam? Hadir di Webinar Brand Launch Masterclass

Kalau kamu ingin belajar cara:

  • menentukan sumbu perception map,

  • membaca kuadran strategi,

  • dan menemukan celah positioning paling menguntungkan,

ikuti webinar Brand Launch Masterclass Yoshugi Media.

Di sana kamu bisa belajar langsung teknik yang dibahas dalam episode ini.


🎥 Tonton Versi Videonya di YouTube

https://www.youtube.com/watch?v=fzlG0jjejhI

📄 Baca Artikel Sebelumnya (EPS.26)

https://yoshugimedia.com/eps-26-inilah-strategi-memilih-kategori-dan-positioning-yang-menguasai-pasar/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *