free stats

Strategi Advanced Lookalike: Kombinasi Multi-Country untuk Penetrasi Pasar Baru


Halo teman-teman,

Kalau sebelumnya kita sudah bahas tentang cara memanfaatkan Custom Audience agar hasil iklan lebih maksimal, kali ini kita naik level. Kita akan bahas strategi Lookalike Audience lintas negara (multi-country lookalike) — salah satu rahasia scaling global yang dipakai oleh para advertiser kelas dunia.

Banyak pebisnis online yang sebenarnya punya potensi menembus pasar luar negeri, tapi terhambat karena tidak tahu bagaimana caranya menjangkau audiens baru dengan efisien. Nah, dengan strategi ini, kamu bisa memperluas jangkauan tanpa kehilangan kualitas audiens.


1. Apa Itu Multi-Country Lookalike?

Multi-country Lookalike adalah teknik membuat audiens serupa (Lookalike) dari satu sumber data, tapi digunakan di beberapa negara sekaligus.

Contohnya:
Kamu punya 1.000 pembeli dari Indonesia, lalu kamu gunakan data ini untuk membuat Lookalike di Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Meta akan mencari orang dengan perilaku mirip pembeli Indonesia di negara-negara tersebut.
Hasilnya? Kamu bisa menemukan peluang pasar baru tanpa harus mulai dari nol.


2. Tentukan Negara Berdasarkan Potensi Pasar

Jangan asal pilih negara, ya.
Gunakan data seperti:

  • Negara dengan shipping mudah atau biaya rendah

  • Negara yang bahasanya mirip (misalnya Indonesia–Malaysia)

  • Negara dengan tren produk yang sama

Kamu bisa riset cepat lewat Google Trends atau Meta Audience Insights.


3. Gunakan Source Data Berkualitas

Ingat prinsip dari artikel sebelumnya — Lookalike hanya sebaik source datanya.
Jadi pastikan data yang kamu gunakan berasal dari:

  • Pembeli aktif (Purchase Event)

  • Pelanggan yang repeat order

  • Daftar pelanggan loyal dari CRM

Hindari data yang hanya “lihat-lihat produk” karena itu tidak menunjukkan niat beli tinggi.


4. Uji Skala Persentase yang Berbeda

Untuk pasar baru, jangan langsung pakai 1% Lookalike saja.
Coba kombinasi 1%, 3%, dan 5% agar algoritma punya ruang untuk mencari audiens potensial di negara lain.

Gunakan ad set berbeda untuk tiap persentase agar hasil pengujian lebih akurat.


5. Gunakan Bahasa Lokal atau Adaptasi Copywriting

Walaupun audiensnya “mirip secara perilaku”, tetap penting untuk menyesuaikan bahasa dan gaya komunikasi.

Contoh:

  • Indonesia: “Bikin penampilan makin keren tiap hari!”

  • Malaysia: “Tampil bergaya setiap hari tanpa susah payah!”

Perbedaan kecil seperti ini bisa meningkatkan CTR dan konversi secara signifikan.


6. Skalakan Secara Bertahap

Jangan langsung target banyak negara sekaligus.
Mulailah dari 2–3 negara dengan performa terbaik, lalu tambahkan negara baru setiap kali hasilnya stabil.

Gunakan Campaign Budget Optimization (CBO) agar Meta mengalokasikan budget ke negara yang paling efektif.


7. Pantau Data Per Negara

Perhatikan hasil per negara di Ads Manager, terutama pada metrik berikut:

  • CTR (Click-Through Rate)

  • CPC (Cost per Click)

  • ROAS (Return on Ad Spend)

Dengan begitu kamu tahu negara mana yang paling potensial untuk ekspansi berikutnya.


🎓 Webinar Bisnis Online & Meta Ads Mastery

Kalau kamu ingin belajar strategi Lookalike lintas negara dan cara scaling global tanpa buang budget,
ikuti webinar eksklusif dari Yoshugi Media:

📅 Tanggal: Rabu, 29 November 2025
🕘 Waktu: 09.00 – 16.00 WIB
🎯 Topik: Mindset Pebisnis Online, Strategi Meta Ads, Funnel, dan Scaling
🎁 Bonus Eksklusif:


Dengan strategi Lookalike multi-country, kamu bisa memperluas pasar, menjangkau pelanggan baru, dan meningkatkan potensi omzet lintas negara tanpa kehilangan efisiensi iklan.

➡️ Artikel Sebelumnya: Cara Memanfaatkan Custom Audience untuk Hasil Iklan Lebih Maksimal
➡️  Kembali ke Home: https://yoshugimedia.com/

Nantikan artikel selanjutnya: “Cara Menggunakan Automated Rules di Meta Ads untuk Menghemat Waktu & Budget.”
Kita akan bahas bagaimana otomatisasi bisa bantu kamu jadi advertiser yang lebih efisien!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *